MATAPUBLIK, Pesisir Barat 25 Maret 2026 — Aktivitas pariwisata di Pantai Labuhan Jukung kembali menjadi sorotan. Di tengah ramainya kunjungan saat momentum Idul Fitri 2026, muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan tim awak media di lapangan, Selasa (24/03/2026), sejumlah pedagang kaki lima—mulai dari penjual minuman dingin, mainan, hingga makanan ringan—diduga dimintai setoran harian sebesar Rp25.000 oleh seorang oknum petugas berinisial R.

Salah satu pedagang, sebut saja Budi, mengungkapkan bahwa pungutan tersebut telah berlangsung sejak hari pertama Idul Fitri.
“Memang ada yang pungut, Bang. Setiap sore, kadang juga siang hari. Dari awal Lebaran kami dimintai Rp25 ribu. Orangnya sering duduk di sekitar mushola dekat pintu gerbang, yang ngurus sepeda-sepeda itu,” ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan pedagang lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku terkadang diberikan karcis, namun bentuknya hanya seperti kuitansi sederhana tanpa kejelasan legalitas.

“Kami dikasih karcis, tapi cuma tulisan Rp25 ribu saja. Kadang juga tidak dikasih. Kami keberatan, Bang, karena kami ini pedagang kecil,” keluhnya.

Dari informasi yang dihimpun, oknum berinisial R tersebut diketahui memiliki Surat Keputusan (SK) sebagai tenaga kebersihan atau tukang rumput di lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik, mengingat dugaan pungutan dilakukan tanpa dasar aturan resmi maupun regulasi yang jelas.

Selain itu, belum diketahui secara pasti ke mana aliran dana dari pungutan tersebut disetorkan. Kondisi ini semakin memprihatinkan di tengah situasi keuangan daerah yang dikabarkan tengah mengalami tekanan.

Praktik dugaan pungli ini pun dinilai mencoreng citra pariwisata daerah, khususnya di salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pesisir Barat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan liar terhadap para pedagang di kawasan wisata Pantai Labuhan Jukung.

**Red